Tentang 9c

9c merupakan juara umum kabaret saat ramadhan ceria 7-8 september lalu,saat itu kelas ini tampil kabaret bertema bukan preman biasa yang pemain antara lain :
Lusi, Andres, Aldi, Febia, Fikri, Vita, Zuhdi, Iqbal, Alika, Sabrina, Reni, Indah, Rizki D, Irfan, dan Nina


Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Read More

MUI: “2012” Propaganda Agama Tertentu

Film garapan Roland Emmerich, "2012" menampilkan kehancuran beberapa bangunan tempat ibadah. Bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI), hal itu merupakan sebuah proganda agama tertentu



"Film itu misi terselubung atau propaganda dari agama tertentu," ujar Amidhan, ketua MUI, Rabu (18/11). Kata Amidhan, "2012" adalah sebuah propaganda karena menampilkan visual bangunan yang mirip masjid hancur.Sementara, di sisi lain bangunan gereja tidak dihancurkan oleh sang sutradara. Sekadar informasi, bangunan berkubah di film itu adalah St Peter's Basilica yang berada di Vatikan.


"Ada gambar kubah yang hancur," jelas Amidhan yang sudah menyaksikan langsung film tersebut.


Pernyataan Amidhan itu pun berlawanan dengan pengakuan sang sutradara Roland Emmerich. Dalam wawancaranya dengan Guardian beberapa waktu lalu, Roland mengaku tidak berani menghancurkan simbol agama Islam di film garapannya.


Setelah MUI, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hasyim Muzadi, ikut angkat bicara. Ia meminta masyarakat agar cerdas memilah antara kisah rekaan atau fiksi dengan realita. Ia mengingatkan masyarakat tak terjebak dalam bualan film "2012".


"Pokoknya film-film begitu nggak usah dituruti, kita kembali ke agama saja bahwa tidak seorang pun yang bisa tahu kapan kiamat akan terjadi," kata Hasyim, Rabu (18/11).


Awalnya sutradara asal Jerman itu memang berniat untuk menampilkan visual kehancuran simbol-simbol penting di dunia termasuk Ka'bah. Namun Roland mendapat peringatan dari penulis naskahnya kalau ia tidak bisa melakukannya dengan simbol agama Islam.


"Penulis naskah Harald Kloser bilang kalau kamu melakukannya pada simbol itu kamu bisa terkena fatwa," ujar Roland.

Read More

Pengunjung ke